Skip to main content

Puisi Selamat Tinggal Masa Lalu

Puisi Selamat Tinggal Masa Lalu

Puisi dan kata bijak. Puisi selamat tinggal masa lalu. Dalam kehidupan yang di jalani sering kita mendengar kata nasehat tentang masalalu, atau kata mutiara selamat tinggal masa lalu ketika seseorang menasehati seperti, jadikan masa lalu sebagai kenangan, dan masa depan adalah asa, serat mas kini merupakan awal perjalanan.

Kata kata nasehat dan kata mutiara selamat tinggal masa lalu ini sangat masuk logika jika ingin mengubur masa lalu yang suram, tetapi terkadang untuk melupakan masa lalu tak semudah mengucapkan kata nasehat seperti di atas.

Cara terbaik menghadapi atau melupakan masa lalu adalah dengan menghadapi dengan keyakinan, walaupun diberi ribuan kata kata nasehat jika tak sanggup menghadapi dengan yakin percuma saja.

Berdiri diatas keyakinan dan harus meyakinkan diri jika sanggup melupakan masa lalu yang suram. Mulailah dengan tenang menerima kenyataan, bahwa peristiwa telah terjadi bisa diatasi dan dilupakan dengan cara kita sendiri.

Buka hati lupakan kisah dan menatap kedepan jangan pandang kebelakang, karena yang namanya dibelakang berarti sudah terlewat, melangkah dengan gagah ayunkan kaki membuka lembaran baru kehidupan, mengubur masa lalu yang suram.

Yakin seyakin yakin pasti dapat melupakan masa lalu yang suram mungkin begitulah kira- kira tentang kata kata selamat tinggal masa lalu .
Selamat tinggal masa lalu,merupakan satu dari empat puisi di kesempatan ini adapun masing masing judulnya antara lain

  • puisi terdampar dalam angan
  • Puisi bayanganmu menyambar sadarku
  • Puisi sekat rasa
  • Puisi selamat tinggal masa lalu

Salah satu penggalan bait keempat puisi tersebut. "Kuberlari di antara riuh gemerisiknya angin bersama kilat Menghujam senyuman di altar Menari berkalung pelangi Memetik bintang seraya terbang Dan kurengkuh".


Puisi Selamat Tinggal Masa Lalu

Bagaimana kata selamat tinggal masa lalu dalam salah satu puisi dari empat puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya selengkapnya disimak saja puisi-puisinya di bawah ini.


PUISI TERDAMPAR DALAM ANGAN
Oleh: Mimi Marvill

Terjebak dalam lingkar ilusi
Terlelap dalam sedu
Terbuai mimpi semu
Aku terbenam di kedalaman rindu

Desau angin di balik kelambu
Abaikan aku dalam kesendirian
Berbisik sinis penuh cerca
Padaku, yang larut dalam angan

Bibir basah, menelan ludah
Menahan gelora yang kian jarah
Menjalari pembuluh darah
Mindapun tak lagi bertuah

Beningnya kian samar
Terus memburam ditelan malam
Reretak tertutup kebisuan
Tertusuk hati, lara tiada berakhir

Jateng, 21 Juni 2016


Puisi Bayangmu Menyambar Sadarku
Oleh: Mimi Marvill

Kekasih ...
Tahukah engkau?
Riuh gemerisik angin diluar sana, menelilisik, menggelitik jiwaku yang merana.
Mengusik rasa dalam jiwa nan hampa.

Bagaikan kilat, bayangmu melintas, menyambar sadarku.
Memencarkan rindu ke segala penjuru. Mengekang rasa cintaku.

Aku pun terkapar dalam kebisuan, saat mindaku tak lagi berkawan.
Dan adalah diriku, yang tak mampu lupakanmu.
Terus mengukir namamu dalam kalbu.

Jeratmu memasung langkahku.
Hingga berat hati ini berpaling darimu.
Sedangkan tangan melambai liar tanpa genggaman.
Menggapai angan-angan.

Minda selaksa buntu ...
Tak tahu, arah mana mana harus dituju, tatkala bintang tak lagi terang.
Asyik bersembunyi di balik awan hitam.

Aku bagai rembulan yang selau merindu surya pujaan namun hingga purba berganti zaman, tiada pernah dapat berjumpa dalam satu ikatan.

Jateng, 21 Juni 2016


PUISI SEKAT RASA
Oleh: Mimi Marvill

Kekata yang tak sempat terucap
Membenam dalam pekat
Bersembunyi di antara sekat
Meraung di dasar pengap

Nanar; mata merah menyala
Kobarkan api asmara
Di balik dendam membara
Ada tercipta nada-nada cinta

Getar kian menggelora
Meranah duka
Tak sanggup lagi menahan
Bendungan air mata

Duh ...!
Sedemikian rasanya
Terkandas dalam cinta
Jiwa meronta
Tiada peng0bat luka

Jateng, 23 Juni 2016


PUISI SELAMAT TINGGAL MASA LALU
Oleh: Mimi Marvill

Kutak ingin membuka lembaran lalu bersembilu
Biarkan saja ia berdebu
Usang dan berkarang
Aku tak peduli!

Kini kucoba langkahkan kaki
Meniti hari bersama mentari pagi
Kudapati bebulir embun,
beserta bebunga yang berseri
Semerbak mewangi dalam hati

Terjangan badai semalam, hanyalah mimpi
Semua takkan kembali
Pun takkan kukejar lagi

Kutinggalkan semua di tebing sunyi
Kukubur dalam perut bumi
Sepi; tiada menemani

Kuberlari di antara riuh gemerisiknya angin
Melesat bersama kilat
Menghujam senyuman di altar raya
Menari berkalung pelangi
Memetik bintang seraya terbang
Dan kurengkuh rembulan malam

Hidupku terang tanpa bayang
Berseri tanpa sesak hati
Jiwa tertuju pada Ilahi
Memohon ampun atas khilaf diri

Jateng, 24 Juni 2016


Demikianlah puisi selamat tinggal masa lalu. Baca juga puisi karya dari Mimi marvil yang lain yang ada di blog ini Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.