Breaking News
Loading...

Puisi sendu istimewa. Sendu Mewarnai lukisan kerinduan dengan noktah-noktah kelabu Wanita hujanku dengan Swarovski dalam binar matanya, kunyanyikan rima penggugah subuh Dalam harap tak kunjung sirna.

Sendu
Karya: Satria Panji Elfalah

Sendu ..
Bagai benalu di antara kemerosok dedaunan ..
Menghalangi puing-puing bahagia yang berlumut ..
Menggantung harapan-harapan dalam kepalsuan ..

Saban hari ..
Setelah menggerayangi gelapnya malam ..
Aku bergulat bersama rasa kelu yang bercocok tanam di ladang merah ..
Lirihku menggaung di kepulan f0tosintesis dalam kehijauan ..

Sendu ..
Berjasa besar dalam penjajahan segantang hati ini ..
Kala aku tak mampu bertutur dalam noktah senja ..
Hanya untuk bersua bersamamu, wanita hujanku ..

Petang hari ..
Kala hujatan lembayung membelah kapas-kapas dingin di langit ..
Pilu memanen sandiwara perasaan ..
Tersenyum sumringah bak kuda gila sedangkan hatiku tersedu sedan ..

Sendu ..
Bersenda gurau bersama gulana hingga terbahak-bahak ..
Menari-nari di antara benang hitam di atas kepalaku ..
Berdansa riang di antara panggung biduan bulu kuduk ..

Malam hari ..
Kala kerlingan genit gemintang mencubit pipi rembulan yang merona ..
Wanita hujan datang bersama secawan rindu yang masih mengepul ..
Duduk bersamaku, menemaniku melewati sisa nafas almanak ..

Sendu ..
Mewarnai lukisan kerinduan dengan noktah-noktah kelabu ..
Wanita hujanku dengan Swarovski dalam binar matanya ..
Jelita di antara igauan-igauan peraduan yang mengg0da untuk kutunggangi ..

Tengah malam ..
Binar matamu masih enggan beranjak dari sajakku ..
Kau terlelap bersamaku di antara tarian padang ilalang ..
Beratapkan gemintang, dinaungi sajak-sajak burung malam ..

Serang, 12 November 2016.

Sendu

Kering sudah airmata ku
Dan Hari-Hari ku hanya bisa terpaku
Memandang ceceran dan seeping an hatiku
Maka hanya senduku yang berlaku

Bersandar ku disudut Jalan yang sempit
Ter denger hati yang menjerit
Kuberusaha bangkit
Namun kakiku sakit

Dan aku
Hanya mampu tertunduk
Dan hatiku
Semakin terpuruk

Anna
Singapore 22.04.16 23:33

ISTIMEWA

Ku coba goreskan pena tuk tuangkan asaku.
Keanggunan sikapmu tak jua ku mampu.
Torehkan dengan puisi indahku.

Dengan pena ini pula kucoba goreskan kegelisahan.
Kegelisahan ini sangat sulit ku artikan.
Selalu membawa anganku pada dirimu seorang.

Wahai wanita berkerudung jingga
Akan kulantunkan sajak penyambut fajar.
Akan kunyanyikan rima penggugah subuh.
Dalam harap tak kunjung sirna.
Walau kembara sedunia.

Walau ku temu ramai wanita.
Seikhlas hati ku menyinta.
Wahai jelita kaulah wanita istimewa.

Ajt
Jakarta 220416
--------------

Demikianlah puisi sendu istimewa. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK