Skip to main content

Puisi Pemberi Harapan Palsu

Puisi Pemberi Harapan Palsu
Puisi pemberi harapan palsu. Pengertian harapan adalah suatu keinginan yang harapkan menjadi suatu kenyataan, harapan biasa juaga di artikan orang yang diharapkan atau dipercaya, atau sesuatu hal yang akan diharapkan,dan pengertian palsu adalah sesutu hal yang tak pasti, atau seorang yang curang.

Pemberi harapan palsu, tema puisi di kesempatan kali ini, membahas tentang kepalsuan, atau harapan yang sirna sehingga serasa menjadi korban php karena janji yang ingkar, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi pemberi harapan palsu
  2. Puisi keinginanku
  3. Puisi palsu
  4. Puisi harapan harapkan
  5. Puisi dirimu palsu
Salah satu penggalan bait dari keempat puisi tersebut."belaka Senyum itu membuat lukaPergilah Aku tak butuh airmatamu Jangan pedih hati dilambungkan asmara dahana menerangi gulita dan jiwa yang terpenjara di pangkuan takdir".Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI PEMBERI HARAPAN PALSU

Senyum manis terulas
Kata kata indah menghias bibir
Janji kau tebarkan
Harapan selalu kau semaikan
Dan aku terlena......

Tapi janji tinggal janji
Harapan Itu palsu belaka
Senyum itu membuat luka

Pergilah...
Aku tak butuh airmatamu
Jangan hadir lagi dihidupku
Cukup sudah pedih hati
Kau tak lebih dari
Pemberi Harapan Palsu


Puisi Keinginanku

derap sang awan segera berlari menepi
tersentuh lembut sapamu yang secerah cahaya pagi
aku dan hatiku dilambungkan asmara dahana
menerangi gulita dan jiwa jiwa yang terpenjara

debu debu kelam kemarin telah tertinggal jauh
dan esok bagai mimpi di pangkuan takdir
entah bagaimana ia akan menuliskan kisah ku nanti,
aku sendiri tak pernah mengerti

namun aku hanya ingin kau bahagia
karena itulah yang menjadi dasar kebahagiaanku .....


PUISI PALSU

Kamu palsu...
Pergi aja kamu...
Hidup ku ada kamu jadi madesu...
Dasar kau tak punya malu...

Kamu palsu...
Mati aja lu...
Memakai gʌmbar orang ayu...
Ga taunya mukamu kaya hantu...

Kamu palsu...
Mulutmu bau...
Apalagi kalau sedang ga pake baju...
Banyak koreng pasti ditubuhmu...

Kamu palsu...
Jelas aku tidak mau...
Jelek gini aku masih banyak yang mau...
Daripada kamu ga punya malu...
Mati aja lu...


Puisi Harapan, Harapkan
Oleh: Zagita-

Ya, aku masih disini
Dengan gumpalan harap
Ya, aku terduduk disini
Dengan pangkuan angan

Kenapa aku masih harapkanmu
Ketika secuil bayangpun kau lupakan
Aku masih harapkanmu yang tak lagi melihat kemari

Aku sekeras batu jika kumau
Tapi denganmu bagai gas yang menguap
Lagi-lagi harapan yang semu
Yang kau berikan bagai mainan lamamu


Puisi Dirimu Palsu
Gusta Daulay

Tak terasa telah berlalu.
Kisah manis bersamamu.
Gadis kecil mungil nan lucu.
Menawan rasa menusuk kalbu.

Berawal dari tatapmu yang manja.
Tampak indah seperti bola.
Terpancar cahaya nan mempesona.
Mengawali perjalanan kisah kita.

Sempat diriku kau bawa jauh ke surga.
Tapi ujungnya kau jatuhkanku ke neraka.
Apakah ini suatu pertanda.
Tuk berpikir kedua kalinya.

Meskipun kau bersikap baik.
Tapi ternyata kau munafik.
Meski parasmu terlihat cantik.
Tapi pikiranmu picik.

Kau permainkaku.
Kau bohongiku.
Kau menduakanku.
Kau curangiku.

Seolah kau ingin kuasai semua.
Para laki laki yang kau suka.
Satu dua tak cukup,bolehlah kau ambil yang ketiga.
Bak qorun yang tamak terhadap harta.

Kau bilang apalah itu mantan.
Orang busuk bak makhluk hutan.
Entah orangutan atau tarzan.
Hingga kau bilang tak seimbang denganmu yang menjadi gadis pujaan.

Kau jelajahi hati demi hati.
Sampai hatikupun ikut menanti.
Kedatanganmu tuk menghampiri.
Hingga akhirnya kau buat hancur hati ini.

Sangat bodohnya diriku.
Sudah kau diami bagai air yang beku.
Tapi aku masih mengharapkan cintamu.
Yang menawarkan senyuman palsu.

Kini aku bingung dengan sikapmu.
Membuat diriku menjadi ragu.
Pagi kau baik senja murung tingkahmu.
Apa ini sikap sejatimu?

Mungkin ini yang membuat diriku masih ragu.
Tuk menjalin rasa bersamamu.
Haruskah aku melupakanmu.
Dan haruskah aku meninggalkanmu?

Namun harus kau ingat kata kataku.
Tak mungkin aku lupa dan tinggalkanmu.
Meskipun akan pupus harapanku.
Ingat aku cinta kamu.
------------------

Demikianlah puisi pemberi harapan palsu. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.