Breaking News
Loading...

Puisi Senja Yang Muram Senja adalah waktu ketika (hari) setengah gelap setelah matahari terbenam. arti senja adalah ketika dimana kita mulai beristirahat dari aktifitas sehari- hari, waktu senja juga sebagai akhir dari perjalanan aktifitas berat pada satu hari, makna senja sebagai akhir untuk menanti dan menikmati fajar. Senja biasa juga juga diartikan suatu masa dimana kita tinggal menikmati apa yg kita tanam.

Dan pengertian muram adalah ketika keadaan wajah tak nampak berseri atau kusam, kurang bercahaya menggʌmbarkan suasan hati yang yang sedih dan lain sebagainya. kusam identik dengan tak bercahaya.

Jadi jika senja yang muram, dapat diartikan waktu yang tidak bercahaya, bila merujuk pada senja yang sesungguhnya, tapi ini adalah judul sebuah puisi, seperti diketahui, terkadang penulis puisi menggunakan kata persaaman dalam bait puisinya, dan kalimat berbeda dari kata yang tertulis, yah itulah puisi terkadang hanya penulisnya yang tahu arti sesungguhnya puisi yang dia tulis.

Senja yang muram, satu dari tujuh puisi senja, tersaji di kesampatan ini, adapun masing masing judul puisinya.
  1. Puisi senja yang muram
  2. Puisi senjaku
  3. Puisi masih sendiri di ujung senja
  4. Puisi lembayung muram
  5. Puisi senja yang tertoreh
  6. Puisi senja yang muram II
  7. Puisi senja yang muram III
Salah satu penggalan bait dari ketujuh puisi tersebut. "Kelopak mawar terjuntai Tersudut di ranjau tak terurai Meringkuk dalam batang layu Menjemput ajal yang kian sayu Hadirnya kini tinggal kenangan". Selengkapnya dari bait ini, di simak saja puisi tentang senja berikut ini

Senja Yang Muram

Gurat sendu berbekas sudah,
nyaris tak tampak tertutup pekatnya sang awan,
Dirimu datang, bagai senja yang tak dapat kukira….
menghadirkan senyuman baru dalam hidupku….
semula, warnamu tampak indah dihadapku,
menghapuskan nanar yang terbias diwajah ini…
banyak kisah tentang warna yang terukir

Seolah membentuk pelangi dipenghujung hari-hariku…
hingga aku terlarut dalam buai….
membuatku tak mampu melihat senja yang muram….
ya…senja yang hadir tak selalu indah….
dan aku melupakan hal itu !!!
dan pelangi pun tak selalu jelas tampaknya…
karena pekat awan kelabu dapat hadir menjemput kapanpun, tanpa pernah ku tahu…

hingga semua berlalu dalam sepi yang sunyi,
dan kini, aku masih menatap senjaku….
dalam setiap penghujung hari-hariku…
senja yang muram, senja yang selalu kurindukan…
senja yang hadirkan selalu kutatap dengan sebuah senyuman….
senja yang selalu kulepaskan kepergiannya dengan nanar yang tertahan dihatiku…
senja yang muram
kuharap, engkau akan selalu mengingat bayangku…
bayang semu yang selalu menantikan hadirmu dengan jutaan rindu.

Senja Yang Muram.

Senjaku

saat gelap kian mendekap
aku hanya biasa terperanjat
tersadar waktu begitu cepat
tak juga bangkit dari tiarap

hari berganti malam
hidup kurasa kian mencekam
berpeluk dendam
amarah tak kunjung padam

mencoba berlari menjauh
dari hidup yg gaduh
tak ada lg mengeluh
tak jua rasakan teduh

telah menjadi takdirnya
sebagai sebatang kara
memperjuangkan namun terlupakan

dhy_ungaran.12082015

MASIH SENDIRI DI UJUNG SENJA

Sejauh mata memandang ...
Hanyalah ilalang-ilalang bergoyang
Ditiup angin ... lantas berdendang
Menghibur jiwaku yang tengah bimbang

Hadirnya kini tinggal kenangan
Datangnya hanyalah sebatas bayangan
Sekelebat ... tersenyum lantas pergi
Bahagia ... namun berujung sakit hati

Di sini netra sedap memandang mentari tenggelam
Sementara angin dingin mengusik kerinduan
Rasanya ... seyuta rindu bergelayutan
Rindu ... duduk bersama berbagi kecupan

Masih sendiri di ujung senja
Menunggu melodi alam bermain riang
Tiada hati hampa mampu melirik hamba
Merengek sudah ... gerimis air mata

Sungguh bukan mawar ! yang dulu kucinta
Ia bak datura penghilang akal logika
Yang berlabuh nan singgah sementara
Di hati hamba ... yang begitu hampa

Vikry,
Lembang, 12 Agustus 2015

Lembayung Muram
Karya : Penyair Kecil

Lembayung
Muram sendiri
Di pangkuhan taman
Kita bersama menunggu hujan

Kemana kita tenggelam kembali
Dalam hujan menanti
Sampai sepi
Pergi

Kita
Hanyut kembali
Dalam rawa ini
Kita dicaci dan dibenci

Tegal, 1 September 2015.

SENJA YANG TERTOREH

Senjaku membawa anganku mendera
Senyap merajut jiwa yang menggelora
Sepoi angin menggores sebait kisah
Antara syair-syair yang telah tergubah

Sepenggal sudah jalan terlewati
Meski duka, luka dan kecewa tertoreh
Ku tetap ada di genggam jemari
Akan hangatnya sang surya senja hari

Ku ingin awan membutir tetaplah menipis
Ku ingin kelopak jingga tetaplah terlukis
Dan ku ingin indah pelangi tetap ada
Meski goresan luka tiada pernah sirna

Bojonegoro,19092015

senja yang muram
Karlan Dawson

Awan senja menghitam
Langit muram gelisah
Ketika asa kian menjauh

Mimpi menjauh pergi
Angan terhalang takdir
Adakah cita yang kan tersemai

Muskil absurd itulah tirai nya?
Semua bisa dengan doa dan perjuangan
Berbakti pada yang berbuat bakti

SENJA YANG MURAM

Senja tak datang, ;gumanku ketika itu, sore begitu kelam, angin berhembus.. menebarkan aroma lembab pasir-pasir halus yang berhamburan menyerbu kepangkuan wajahku..
Langit redup, biru laut tak nampak, yang terlihat hanyalah hamparan pucat, yang menghiasi pemandangan sore itu

Wajah itu tertunduk, perlahan menyembunyikan parasnya yang kusut, kedalam topi merah yang sedang dipakainya, terdengar bisik lirihnya, mengucap lesu dari sepasang tulip yang terlihat kebiruan

Langit ini tak lagi sama, seperti waktu itu, kau pun kini tiada,..
Ketika sesaat angin menyembelih untaian rambutnya yang melambai hitam..
Senja semakin senyap, diantara riuhan debur-debur ombak, aku beranjak meninggalkan pantai itu yang burung-burung hitam berkeliaran, petang telah tenggelam, melenyapkan angan, dari rona jingga kerinduan hatiku..

Hony
Pelabuhan ratu.. 14-02-2016

Demikianlah puisi senja yang muram. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi tentang senja di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK