Breaking News
Loading...

Puisi nyanyian kodok. Apakaha anda tahu mengapa suara kodok ketika hujan lebih nyaring berbunyi, jika tidak tahu ini jawabannya. Kodok adalah hewan ampibi yg bisa hidup di dua alam, daratan serta air. Kodok bernapas menggunakan paru- paru serta kulit pada saat yang bersamaan. Ketika udara panas, kulit kodok mengering tak dapat bernapas menggunakan kulitnya. dan ketika hujan turun kodok membasahi kulitnya agar mampu bernapas dengan normal. itulah kenapa ketika hujan turun kodok ramai bernyanyi atau berbunyi

puisi nyanyian kodok

Puisi nyanyian kodok, satu dari dua puisi bertema nyanyian, adapaun masingmasing judulnya antara lain.
  • Puisi nyanyian kodok
  • Puisi nyanyian dari teman
Salah satu penggalan baitnya. "Aku pernah mendengar dan melihat dari dekat kodok itu memang bernyanyi Ada yang berada dekat kolam Dekat selokan, Kalau kodok saja bisa bernyanyi, Mengapa manusia kerap kali sulit bernyanyi? Apa karena terlalu sibuk sampai tak ada waktu untuk bernyanyi? Apa karena manusia tak membutuhkan saat-saat gembira seperti itu". Selengkapnya dari bait ini, silahkan disimak saja puisinya berikut ini

Nyanyian Kodok
Oleh,Gordi.

Kodok-kodok itu bernyanyi riang
Setelah hujan lebat tadi
Mereka bernyanyi
Aku kerap mendengarnya

Biasanya nyanyian ini terdengar setelah hujan
Entah apa maksudnya
Yang jelas bunyi itu ada
Sore atau malam hari

Malam ini juga kodok-kodok itu bernyanyi
Aku kerap mendengar yang malam hari
Kebetulan baru saja selesai hujan
Mereka mungkin gembira

Aku pernah mendengar dan melihat dari dekat
Kodok-kodok itu memang bernyanyi
Ada yang berada dekat kolam
Dekat selokan
Mereka bernyanyi pertanda gembira
Entah mendapat banyak makanan
Entah apa alasannya
Pokoknya mereka bernyanyi riang

Kalau kodok saja bisa bernyanyi
Mengapa manusia kerap kali sulit bernyanyi?
Apa karena terlalu sibuk sampai tak ada waktu untuk bernyanyi?
Apa karena manusia tak membutuhkan saat-saat gembira seperti itu?

Kodok bernyanyi pertanda gembira
Aku juga bergembira mendengar kodok bernyanyi
Paling tidak mereka merasa nyaman hidup di bumi
Kalau kodok nyaman manusia juga nyaman

Nyanyian Dari Teman
Karya: Penyair Kecil

Burung malam bertandang di rumah tua
Bersiul disela-sela atap
Kelam jua kau di masa remaja
Sungguh malang nasibmu yang senyap

Cicit kelelawar berpelukan
Menyatu di bawah kerongkongan kering
Tiada kabar kau di peraduan
Sampai aku sendiri ingin berpaling

Sayap-sayap elang menyangkut
Di tengah hening yang menyimak
Sungguh tak tega kau cemberut dan kalut
Karena aku tiada tega kau habis terkoyak

Malam telah menceraikan siang
Kuberada lalu membaur
Sekian lama kuterkekang
Dalam basuh sunyi yang mengabur

Tegal, 7 Nov 2015.

Demikianlah puisi nyanyian kodok baca juga puisi puisi yang lain yang ada di blog ini, semoga puisi tentang nyanyian di atas dapat menghibur dan bermanfaat, sampai jumpa diartikel puisi yang lain terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK