Skip to main content

Puisi Pada Sebuah Kisah Rembulan Di Telapak Tangan

Puisi Pada Sebuah Kisah Rembulan Di Telapak Tangan
Puisi pada sebuah kisah rembulan di telapak tangan. Rembulan, asal kata dari bulan, yg entah karena apa maka ditambahi rem . Bila kita mengucapkan kata bulan dan rembulan, secara rasa, akan sangat berbeda. Bulan selalu kita kaitkan dengan benda angkasa yg sebagai satelit bumi, yang kala malam memantulkan cahaya matahari menerangi bumi. berbeda jika mengucapkan rembulan. kata rembulan jauh lebih halus serta dikatakan dalam waktu tertentu, karena sesungguhnya rembulan adalah kata kiasa dari bulan, untuk memperindah penyebutan bulan.

Pada sebuah kisah rembulan di telapak tangan, judul ini salah satu puisi dari dua puisi tentang rembulan, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi pada sebuah kisah rembulan di telapak tangan
  • Puisi rembulan sedang berlalu
Salah satu penggalan bait dari kedua puisi tersebut. "Sebinar bola rembulan, yang selalu tersenyum manis, temani malam,Awan masih bersenang-senang dengan mendungnya, menggumuli rembulan di persembunyiannya. Selengkapnya dari bait ini, didisimak saja puisinya berikut ini.

PUISI PADA SEBUAH KISAH, REMBULAN DI TELAPAK TANGAN

Berlalu sudah pada sebuah kisah, pertalian yang begitu manis
Tiada seringai kecewa, tiada sesal yang begitu tak diinginkan
Hanya mengusap lengan, menikmati sisa goresan indah, selingkar bunga

Bukan indahnya melati di pagi hari, dan bening embunnya
Sebinar bola rembulan, yang selalu tersenyum manis, temani malam
Walaupun hadirnya di ujung temaram, bahagianya melewati gerimis kelam

Jendela kaca masih menyimpan gurat bayangnya, uluran lengan berair
Rembulan hadir, menerangi wajah temaram, mengeringkan basah yang sempat
Di telapak tangan begitu berseri, lembut tersentuh pipi manisnnya

~ Anda Las 15.04.2016


PUISI REMBULAN SEDANG BERLALU

Hadirnya seseorang bisa membuat senang, memiliki teman dan bersahabat
Menambah warna kehidupan karena pertemanan seperti ranting yang menjalar
Berkerumun dengan hijaunya menyegarkan pandang pada rumbainya yang berbunga

Seperti tebaran bintang-bintang yang berkerlip di langit, menerangi malam
Dan datangnya bulan baru, menanda suatu akan bermula lagi
Dalam dimensi waktu yang diatur sedemikian hebatnya semesta alam

Senja ini, belum terlihat bulan itu, kekasih sang bintang
Awan masih bersenang-senang dengan mendungnya, menggumuli rembulan di persembunyiannya
Akankah ia akan keluar dari jeratan mendung yang kelam

~ Anda Las 15.04.2016


Demikianlah puisi pada sebuah kisah rembulan di telapak tangan . Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.